![]() |
| Gunung Nona Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan |
Ini kayanya salah satu perjalanan dinas terlama dan pertama kali saya extend. Yup karena emang ternyata effort banget kalo mau menjelajahi Indonesia itu. Luassss banget dan harus diakui, walaupun sudah jauh lebih baik dari bertahun-tahun lampau, tapi infrastruktur jalan belum sepenuhnya bagus, jadi dibeberapa tempat mash ada jalan rusak karena emang materialnya ga bagus (mungkin spek jalannya tidak sesuai kontrak pembuatan alias dikurangi alias dikor***... ah sudahlah) atau secara alami terkena longsor. Jadi tentu aja hal itu bikin waktu tempuh menjadi lebih lambat.
Jadi, mumpung sedang dinas ke Makassar, ngide aja untuk sekalian ngunjugi obyek wisata Tana Toraja. Sebagai destinasi wisata, Tana Toraja merupakan salah satu wisata favorit karena punya keunikan seperti halnya Bali. Dan, tentu aja biaya perjalanan ke sana lumayan mahal, karena jauh banget dari Kota Makassar. Perjalanan darat saja kurang lebih harus ditempuh selama 9 jam. Itu emang karena jarak tempuhnya jauuuh banget.
10 September 2025
Penerbangan pagi banget Citilink di Pukul 05.00 WIB, memaksa saya untuk bangun Pukul 02.30 WIB karena mesti sudah di Bandara Soetta, 2 jam sebelum takeoff . Untungnya ada si burung biru yang bisa di-booking untuk mengantar ke bandara. Dan karena masih pagi banget, makanya cepet banget cuy sampainya, ya kurleb 40 menitan udah sampai. Jadi masih pagi buta udah sampai. Enak sih ngga macet, dan di bandara belum begitu ramai. Langsung drop bag dan menunggu di ruang keberangkatan dengan kondisi masih ngantuk.
![]() |
| Terminal 1B Soetta di pagi buta, masih sepi coy.. |
Mendarat di Makassar pukul 08.15 WITA. Langsung chuss nyari sarapan di Coto Makassar Daeng Sarua. Waah, pagi-pagi sarapan Coto Makassar. Semangkuk coto daging dengan yang kuah hangat gurih dan ketupat cukup mengenyangkan. Selesai sarapan lanjut menuju Hotel The Rinra yang tidak begitu jauh dari Center Point Indonesia dan Pantai Losari. Hotelnya lumayan asyik karena menyatu dengan Popi Mall. Jadi kalau gabut dan cari makan atau barang-barang lain gampang. Karena masih pagi dan belum bisa check-in, kami hanya drop bag untuk lanjut menuju Ford Rotterdam, sebuah benteng peninggalan VOC.
![]() |
| Coto Makassar Daeng Sarua, sarapan pagi aja udah penuh dengan pelanggan |
Kalau berdasarkan wikipedia, Benteng Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Benteng ini awalnya dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna. Situs ini kemudian diserahkan kepada VOC Belanda di bawah Perjanjian Bungaya 1667 untuk diduduki. Benteng ini memiliki enam bastion dan dikelilingi oleh dinding setinggi tujuh meter dan parit sedalam dua meter.
![]() |
| Di salah satu bagian Fort Rotterdam |
Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. Benteng ini juga merupakan markas militer dan pemerintahan daerah Belanda hingga tahun 1930-an. Pada 1937 kepemilikan Benteng Rotterdam oleh pemerintah Hindia Belanda diserahkan kepada Yayasan Fort Rotterdam. Benteng ini terdaftar sebagai bangunan bersejarah pada 23 Mei 1940. Benteng ini dipugar secara ekstensif pada tahun 1970-an dan sekarang menjadi pusat budaya dan pendidikan, tempat untuk berbagai acara musik dan tarian, serta tujuan wisata.
Karena panas poll, akhirnya sebentar saja di benteng ini, kembali lagi ke hotel dan jalan-jalan di mall aja. Saya membeli beberapa keperluan dan makan siang sambil nunggu waktu check in hotel.
11 September 2025
Pagi-pagi, langsung jalan kaki menuju salah satu new ikon Makassar: Mesjid 99 kubah yang eye catching banget. Ngga terlalu jauh sih dari hotel, tapi karena bangun agak siang, jadi terburu-buru deh, cuma bentar aja di mesjid tersebut, tanpa sempat meng-explore lebih. Langsung balik ke hotel nge-gojek.
![]() |
| Mesjid 99 Kubah, Ikon baru Makassar |
Lanjut menunaikan tugas negara sampai sore. Sebelum balik hotel, makan lagi Coto Daeng Tayang. Katanya, coto ini agak beda rasanya dengan Coto Daeng Sarua. Ah, kalo kata saya mah sama aja, sama-sama enak..he.he..
![]() |
| Tugas utama berlangsung dengan lancar |
Nah karena inget mau perjalanan jauh ke Tana Toraja, akhirnya saya putuskan beli bantal leher untuk tidur selama perjalanan. Googling, nemu toko Miniso di Trans Snow Makassar (TSM). Karena emang kelihatannya dekat, saya jalan kaki sekitar 25 menitan dari hotel ditemani gerimis. TSM, ternyata besar juga dan diisi tenant brand-brand bermerk. Cukup susah juga cari Miniso, beberapa kali muter-muter sampai akhirnya ketemu juga.
![]() |
| Coto Daeng Tayang, semua enaakkk.. |
Pukul 00.00 WITA, dijemput dari hotel untuk memulai perjalanan panjang ke Tana Toraja. Janji di jemput jam 23.00 WITA, driver-nya baru nongol jam 00.00 WITA. Padahal, saya udah turun ke lobby hotel dari jam 23.00 WITA.
Sepanjang perjalanan saya berusaha tetap memejamkan mata. Karena emang sebenarnya kan jam tidur. Walau ngga terlalu pulas, rasanya malas untuk melek. Beberapa kali mobil berhentipun saya tetap aja males turun untuk sekedar meregangkan badan atau pipis. Saya baru terbangun pas berhenti untuk sholat subuh di sebuah mesjid. Ya Allah, pemandangan di belakang mesjid bagus banget, hamparan sawah dengan gunung dibelakangnya beneran kaya gambar saya tentang pemandangan waktu SD. Di depan mesjid ada danau dengan semburat matahari terbit. Sungguh, orang kota kalo ngelihat kaya gini aja udah terkagum-kagum.
![]() |
| Pemandangan di belakang mesjid |
![]() |
| Pemandangan di depan mesjid |
Dari pemberhentian mesjid ini, masih sekitar 5 jam lagi perjalanan, sebelum tiba di Kota Makale ibu kota Kabupaten Tana Toraja. Emang jauh banget sih, dan ada beberapa ruas jalan yang longsor juga. Sekitar pukul 07.00 WITA mampir lagi untuk sarapan. Kami berhenti disebuah rumah makan yang memiliki view luar biasa indah: Gunung Nona. Beneran indah banget deh, apalagi cuaca cerah banget.
![]() |
| Sarapan nasi goreng dengan pemandang indah? sempurna !! |
![]() |
| Belum sampai ke tujuan utama loh.. |
Perjalanan menuju tebing cinta benar-benar menguras energi. Bukan karena capek mendaki-daki, tapi meskipun ditempuh dengan kendaraan 4 WD Toyota, medannya itu menantang banget. Selain jalannya kecil berkelok kelok dengan jurang dikiri atau kanan jalan, Sebagian dari jalan tersebut juga rusak dan berlumpur serta menanjak atau menurun curam. Harus sopir yang sudah mengenal daerah ini dengan baik lah yang bisa diandalkan untuk mengemudi.
![]() |
| Tebing Romantis, desa Ollon Tana Toraja |
Kembali ke kota Makale hampir malam, mampir KFC bentar untuk memastikan makan malam aman dari unsur bebi alias B2. Soalnya sepanjang jalan menunju penginapan, warung-warung makannya kebanyakan menyajikan menu mengandung bebi. Perut sudah aman dan kenyang lanjut check in penginapan yang dikelola warga lokal.
Penginapannya berupa homestay, lumayan bersih dan tenang. Untuk menu sarapannya pun standard namun lumayan dengan sajian kentang goreng, telor ceplok dan roti. Minumnya self service, teh atau kopi. Pokoknya nyaman, namun emang sayang, dilingkungan sekitarnya banyak anjing berkeliaran, walau mereka tidak mengganggu dengan menggongong, namun bagi saya agak risih dan takut tersenggol aja.
![]() |
| Pemandangan Kota Makale dari Patung Yesus |
13 September 2025
Janjian dengan driver jam 09.00 WITA ternyata molor
sampai hampir jam 11.00 WITA karena driver-nya ketiduran. Wkwkwkw, ga
professional banget ya.. Sempat ketar ketir takut driver-nya kabur,..
haha… untung ngga padahal udah sempet
telpon, wa sana sini. Selain itu, susah dihubunginya pas udah kita lunasi sisa pembayaran paket wisatanya pula, kan bikin parno yak..

Tujuan berikutnya, kuburan Toraja Ke'te Kesu' yang berisi
tengkorak-tengkorak yang terletak di bukit. Di sini kita bisa melihat desa Adat
dengan rumah-rumah tradisional Toraja. Nah untuk melihat tengkorak kita mesti
mendaki sedikit untuk melihat kuburan dan sisa tulang belulang. Agak horror sih
bagi yang penakut, tapi mungkin karena pengunjungnya ramai, jadi ga terlalu
terasa.
![]() |
| Deretan rumah Toraja di Ke'te Ke'su |
Disini sempat beli rompi dengan material kain tenun toraja untuk property foto-foto. Maksudnya sih buat menggambarkan dengan jelas bahwa kita di Toraja loohh..
![]() |
| Dengan latar belakang .hiiiii.. |
Ga lupa nyobain kopi toraja di café lokal. Tapi
kayanya salah pesen, saya pesennya latte caramel, jadi rasa kopinya hilang.
Harusnya pesen es kopi hitam aja. Padahal pas dalam perjalanan pulang, bener aja, saya nyoba kopi hitam yang disediakan toko oleh-oleh gratis, karena kita beli oleh-oleh di situ..Bener mantapps
![]() |
| Harusnya pilih kopi hitam aja ya, biar rasa kopi Toraja nya ngga hilang |
Karena sudah siang, dengan pertimbangan perjalanan Tana Toraja - Makassar yang jauh banget, diputuskan langsung saja mengunjungi obyek wisata Patung Yesus yang terletak di bukit dengan pemandangan ke arah kota Makale (kalau menurut itinerary, sebenarnya da beberapa obyek yang akan dikunjungi). Di patung ini, kita bisa naik beberapa tingkat untuk sampai mendekati kaki patung. Pemandangan yang indah tersaji dari patung ini.. wah cantik sekali karena hijau-hijau terhampar dan kelihatan Kota Makale dari kejauhan.
![]() |
| Patung Yesus di Tana Toraja |
Nah jalan ke Patung Yesus ini medannya ngga ekstrim
walau sangat menanjak karena jalannya mulus dan lebar.
![]() |
| Berpose depan pusat kota Makale, ibukota Kabupaten Tana Toraja |
Kembali ke Makassar sehabis zuhur, mampir untuk makan siang di rumah makan Duo Rizky di Kabupaten Enrekang. Menu yang kami pesan adalah hidangkan khas Enrekang yaitu nasi camba. Menurut Pak driver, hidangan ini merupakan hidangan khas yang disajikan pada acara-acara istimewa di Kabupaten Enrekang. Sebenarnya mirip seperti coto, tapi kuahnya lebih ringan.
![]() |
| Nasi Camba, salah satu hidangan khas Kabupaten Enrekang |
Sebelum sampai makasar, sempat foto-foto juga beberapa spot. Dan memang ada saah satu rumah makan yang menyediakan spot foto berbayar Rp5K tanpa harus memesan makanan, cuma mau foto tok. Mending sih, jadi jelas dan ngga memaksa pelanggan untuk jajan atau membeli sesuatu.
![]() |
| Untuk spot foto ini, cukup bayar Rp5K |
kami makan malam di Warung Dzakwan Kabupaten Maros. Menu makan malam kali ini adalah ikan bandeng (milkfish). Ikan bandeng bakar nya gede dan seger disajikan dengan sambel
kacang, potongan ketimun dan lalapan daun kemangi. Daging ikan bandeng yang gurih dan tebal, cocok-cocok aja sih dengan sambel kacang. Tapi selera sih ya, kalau saya sih lebih memilih dicocol potongan cabe rawit, bawang merah, tomat dan kecap manis serta perasan jeruk limau.. seger, pedes manis. Tapi tetap puas dan enak kok walau pakai sambel kacang dan harganya juga murah banget, ber-3 cuma habis Rp140K. Padahal kalo di Jakarta, bisa lebih dari itu loh harganya. 
Ikan Bandeng Bakar, tebal dan gurih
Selain bandeng bakar, ternyata paketnya termaasuk sop saudara yang dagingnya cukup royal. Pokoknya kenyang banget deh, soalnya nasinya juga bebas sendok sendiri.
![]() |
| Sop Saudara, dengan kuah ringan dan daging yang royal |
Dengan pertimbangan udah cape banget dan kepraktisan, diputuskan nginep di Cordia Hotel yang terletak di dalam Bandara Sultan Hasanuddin. Jadi, sebelum take off, punya waktu untuk leyeh-leyeh bentar, ga terburu-buru. Untuk hotelnya sendiri, kamarnya kecil alias minimalis. Kamar mandinya pun tidak terlalu private, karena beneran mempet sama dipan dan hanya terhalang pemburam kaca saja, dan itu pun tidak full. jadi khawatir properti pribadi kita terliaht saat mandi..wkwkwk..
![]() |
| Cordia Hotel, Bandara Sultan Hasanuddin |
Tapi ngga apalah karena yang penting bisa rebahan meluruskan badan dan besoknya pagi ga perlu naik taksi lagi. Dan, walaupun sederhana, masih bisa menikmati sarapan pagi untuk energi terbang ke Jakarta.
Bonus:
![]() |
| Selamat datang di Kota Makale |













.jpg)











Komentar