Balikpapan -Samarinda - Ibu kota Nusantara, 26 - 29 November 2025

 26 November 2025 - Day 1

Perjalanan dimulai dengan penerbangan Garuda dari Bandara Soetta di Pukul 8.35 WIB menuju Bandara Sultan Aji Sulaiman Sepinggan. Alhamdulillah penerbangan berjalan smooth dan mendarat di Balikpapan dengan selamat.

Sesuai rencana, perjalanan tidak langsung dilanjutkan ke Samarinda tetapi menikmati dahulu beberapa tempat menarik di Balikpapan. Dengan menggunakan mobil sewaan, tujuan pertama adalah Pantai Kamaru. Pantai yang dipenuhi dengan pohon pinus tersebut memang tampak asri, tapi karena memang bukan hari libur, suasananya cukup sepi. Tidak banyak pula yang bisa di explore.  Jadi, hanya sebentar untuk photo-photo sekedarnya. 

Pantai Lamaru Balikpapan

Tujuan kedua adalah penangkaran buaya Balikpapan. Tujuan ini sebetulnya tidak direncanakan, tetapi karena memang tak ada ide tempat untuk dikunjungi, akhirnya tercetuslah ide ini oleh pak sopir. Sebuah lokasi yang digunakan untuk mengembangbiakkan buaya untuk diambil kulitnya. Wow, cukup horor sih  melihat buaya yang besar-besar terkurung dalam kolam. Ada juga yang dilepas di rawa namun tetap dipagari tembok sehingga tidak berkeliaran diluar area penangkaran. Kebayang sih, kalau ada buaya sebesar puluhan kilo berkeliaran gitu.. 

Salah satu buaya di Penangkaran Buaya Balikpapan

Nah, selain penangkaran buaya, di area ini juga atraksi lain yang bisa dinikmati. Saah satunya adalah menunggang gajah. Sayangnya, saat kami datang, sang gajah sedang sakit kakinya sehingga harus beristirahat untuk perawatan dan pengobatan. Ada juga sebuah rumah yang difungsikan untuk  pertemuan adat yang disebut Liman. Liman di area ini juga menyewakan baju adat dayak sebagai properti foto bagi pengunjung. Cukup menarik, sayang agak kurang perawatan. Dan yang cukup mengganggu adalah cuacanya panas banget. emang sih itu faktor alam, tapi benar-benar bikin pengunjung ga tahan panasnya.


Penangakran Buaya Balikpapan

Sebelum lanjut ke Samarinda, mampir lagi di  untuk makan siang sambil menikmati pemandangan laut lepas di Beach House, Pantai Manggar. Rumah makan dengan konsep yang mirip-mirip di Bali, ada gubuk/gazebo dan hijau taman dengan meja kursi yang menyatu dengan alam. Ada pula live music untuk  menemani pengunjung yang asyik bersantap. Lumayan, tapi memang agak pricey .. wkwkwk, nasi goreng aja Rp50K per porsi. Kalau di kulik-kulik dari laman di intenet, emang pangsa pasarnya expatriat.. pantesss..

Beach House, pantai Manggar balikpapan

Sore di Balikpapan diakhiri dengan perjalanan ke Samarinda untuk menuju hotel tempat menginap. Perjalanan Balikpapan- Samarinda via toll dilalui dengan memejamkan mata karena emang panas dan agak lelah. Syukurnya hotel di Samarinda -nya nyambung dengan Big Mall samarinda yang besar, jadi sesampainya di hotel langsung keluar  lagi untuk cari makan malam dan beli beberapa kebutuhan.

27 November 2025 - Day 2

Pagi hari menikmati suasana pagi di pinggir Sungai Mahakam. Dengan outfit olah raga, menyusuri sepanjang jalan  yang memang secara umum sejajar dengan aliran Sungai Mahakam. Tentu saja jembatan Sungai Mahakam yang megah menjadi icon yang menarik untuk diabadikan. 

Jembatan Mahakam yang megah

Selain jembatan, saya juga mengunjungi Mesjid Baitul Muttaqien di lingkungan islamic centre Samarinda. Sebuah mesjid megah dengan ukuran yang luar biasa. Arsitekturnya pun indah baik siang maupun malam hari saat disinari cahaya lampu. Selesai olah raga pagi bersiap untuk tugas utama.

Mesjid Baitul Muttaqien Samarinda

Acara selanjutnya tentu terkait penugasan utama yaitu memberikan bimbingan teknis untuk rekan-rekan sejawat di kantor daerah. Alhmadulillah acara berlangsung lancar dan attractive dengan harapan tujuan dari acara tersebut dapat tercapai.

Sorenya mampir sejenak ke Teras Samarinda, sebuah lokasi di pinggir Sungai Mahakam dengan pedestrian yang dibuat rapi sehingga nyaman untuk menikmati Sungai Mahakam yang ramai dengan lalu lalang kapal tongkang pembawa batu bara. Lanjut sholat kembali di Mesjid Baitul Muttaqien, mencari makan malam dan oleh-oleh tenun samarinda. Untuk tenun samarinda, .. harganya  lumayan mihil-mihil. jadi cuma nontonin yang lain belanja aja deh..

Oleh-oleh tenun samarinda premium

Untuk makan malamnya sesuai rekomendasi adalah rumah makan Acil Ainun yag menyajikan menu khas kutai. waaah.. semua makananya ga ada yang gagal termasuk pindang patin nya, segar dan tidak bau lumpur.  Tersedia pula sate rusa. Tapi kalo saya ga terlalu suka, karena ga biasa aja. Kalau dari tekstur dan rasa, sate rusanya  enak-enak saja. Sedangkan olahan yang lain, seperti oseng cempedak, genjer dan bunga pepaya, semuanya enak.

Menus of  Acil Ainun resto are awesome 

28 November 25 - Day 3

Perjalanan di hari ke-3 khusus untuk mengunjungi Ibu Kota Nusantara. Ternyata sudah ada jalan toll yang tersedia menunju ke IKN, yang berlanjut dengan jalan nasional yang cukup mulus. Perjalanan lebih dari 1,5 jam tidak terlalu terasa karena diisi dengan tidur dan obrolan kecil.

Sebelum masuk ke IKN rombongan mampir dulu di rest area sekitar 15 menit dari IKN untuk istirahat, cemal-cemil dan beli sedikit souvenir. Wah, ternyata penjualnya banyak orang berasal dari Jawa, yang ditunjukkan dengan bahasa yang digunakan dan logat saat berkomunikasi.

Masuk IKN menjelang siang, dengan tujuan pertama monumen kusuma bangsa. Sebuah monumen dengan dua sayap terbentang yang melindungi proklamator Soekarno - Hatta. Bagus dan besar dengan posisi garis lurus dengan Istana Negara. 

Monumen Kusuma Bangsa, IKN

Lanjut mengunjungi Istana Negara yang viral dengan bentang sayap garuda yang dikomentari netizen seperti kelelawar dan berkesan mistis. Di depan istana ini, kita bisa berfoto-foto karena memang depan jalan istana  kosong, tidak ada kendaraan yang lalu lalang. 

IKN ini sedang dalam proses pembangunan. Walau sudah nampak design sebuak kota modern, namun masih banyak sarana pendukung lain yang masih dalam proses pembangunan. Tapi panass banget ternyata, sehingga walaupun sudah menggunakan topi dan payung, tetap saja panasnya membakar tubuh.

Istana Negara IKN

Bersyukur bisa menyempatkan diri sholat Jum'at di kantor otoritas IKN dan lihat Pak Basuki sebagai kepala Otorita IKN sholat disana. Sekalian istirahat mengademkan tubuh, sambil isi perut untuk makan siang.

Setelah puas keliling IKN, kembali ke Samarinda untuk membeli oleh-oleh dahulu sebelum ke hotel. Tujuannya adalah Citra Niaga, sebuah kompleks yang terdiri dari banyak toko yang menjual souvenir dan oleh-oleh khas Kalimantan Timur. Sayangnya disini tidak menjual makanan khas seperti kuku macan, jadi terpaksa diputuskan besok sebelum ke Bandara, mampir dulu beli oleh-oleh makanan.

Pusat Oleh-Oleh Citra Niaga Samarinda

Puas beli oleh-oleh, mampir untuk makan malam di RM Pondok Borneo dengan signature kepiting asap. Pilihan lainnya  tentu saja seafood. Enak dan harganya juga lumayan. Jadi, kita pilih-pilih yang harganya masuk kantong lahhh.. he..he..

RM Borneo Samarinda

29 November 25 - Day 4

Hari H untuk kembali ke Jakarta. Sesuai rencana, berangkat dari Samarinda pukul 9 pagi agar tidak terlalu tergesa-gesa tiba di bandara. dan sesuai rencana pula, mampir lagi untuk beli oleh-oleh kuku macan dan olahan kepiting dandito. Weehhh..padahal udah banyak beli oleh-oleh, tetap aja masih nambah beli ini dan itu.

Alhamdulillahnya penerbangan Garuda tidak di reschedule walaupun Samarinda dan Balikpapan dilanda hujan sejak pukul 4 subuh. Hanya telat beberapa menit untuk takeoff dan landing di Soetta dengan selamat.

 











Komentar