Tiba-tiba diWhatsapp mpok di Bahari, diajak ke Gunung Sindur, nengok rumah abang yang baru selesai dibangun. Langsung Ok-in aja, karena emang ga rada gabut dan udah pengen keluar rumah selama libur Sabtu Minggu di Bulan Ramadhan.
Dengan Wuling Air Ev tipe standard, perjalanan Jakarta - Gunung Sindur berjalan relatif lancar tanpa hambatan macet berarti. Sesampai di Gunung Sindur, disambut hujan yang tidak kunjung reda, bahkan sampai waktu pulang.
![]() |
| Rumahnya hampir 100% siap |
Alhamdulillah rumahnya sudah hampir 100% rampung, tinggal finishing beberapa bagian saja. Ngobrol-ngobrol bahas ini itu, karena memang lagi puasa, jadi ga bisa makan-makan, akhirnya segera pulang selepas waktu zuhur. Niat mampir ke Pasar Parung pun dibatalkan karena suasana pasar pasti ngga enak, becek.
Waktu tempuh perjalanan pulang ke Jakarta sampai 3 jam lebih. Macet di mana-mana, karena hujan yang awet banget. Bahkan sampai Jakarta pun, masih macet di jalan lingkungan. Daaaan,.. akhirnya ketika melewati jalan kecil dan berpapasan dengan mobil lain, terpaksa saya mundur. Malangnya, spion wuling malah terbentur pohon dan bodi belakang tergores. Huuuhhh.. rasanya kesel banget.
Surprisenya, ternyata body Wuling relatif kuat, walau ada bekas keserempet, ngga penyok loh. Mungkin karena materialnya plastik yang rada fleksibel dan kuat. Dan surprisenya lagi, spion yang terbentur pohon kenceng banget sampai melintir, tidak pecah sama sekali. Sempat panik juga karena spion yang melintir tidak bisa dikembalikan ke kondisi semula. Alhamdulillah, setelah mencoba berkali-kali, ternyata bisa normal.. lega rasanya, soalnya kebayang mesti ke bengkel untuk urusan spion doang.. waktu dan uang ..
![]() |
| Spionnya sampai melintir, tapi kaca tidak pecah dan tidak patah |
Hari yang cukup menguras kesabaran...


Komentar